Kicauan
burung yang begitu merdu mengawali pagi ini. Ku buka perlahan jendela kamarku,
masih tetap sama seperti kemarin. Tak ada yang berubah, tanaman-tanaman itu
masih tetap disana, tak begeser sedikit pun. Mulai ku hirup udara pagi yang
dingin ini. Ya, pagi yang cerah. Matahari mulai naik memancarkan sinarnya,
matahari sudah siap menjalankan tugasnya menghangatkan jutaan makhluk hidup di
dunia. Begitupun aku, sudah siap untuk menjalani kerasnya kehidupan ini.
Hari ini sama saja seperti hari-hari
kemarin, tapi aku merasakan ada sesuatu yang beda, sesuatu yang perlahan mulai
hilang dari hatiku. Ya, jelas hari ini memang berbeda dengan hari yang lain.
Tak seperti biasanya. Dulu, setiap aku bangun dari tidurku, selalu ada sepucuk pesan
singkat darinya yang hanya sekedar mengucapkan selamat pagi. Dan itu yang
membuatku semangat menjalani kerasnya kehidupan ini.
Ada yang hilang akhir-akhir ini.
Sesuatu yang selalu aku rasakan saat bersamamu. Ya, perhatian. Dulu, kamu yang
selalu mengingatkanku makan, tapi sekarang tak ada satu orang pun yang peduli.
Dulu, kamu yang selalu mengingatkanku belajar, tapi sekarang tak ada yang
membuatku semangat untuk sekedar membuka buku. Entahlah, aku merasakan ada
sesuatu yang hilang dari hidupku.
Semenjak kepergianmu, aku tak lagi
merasakan indahnya pagi yang cerah. Semenjak kepergianmu aku tak lagi ingat
apakah aku sudah makan atau belum. Semenjak kepergianmu tak ada lagi
penyemangat untuk belajar, bahkan untuk sekedar membuka buku. Iya, ada sebagian
kehidupanku yang terambil olehmu, sebagian hatiku masih tersimpan dihatimu,
begitupun dengan kenangan kita, dulu.
Hari berganti hari, tapi hati ini
masih tetap sama, hampa dan kosong. Semenjak kepergianmu aku tak tau lagi
bagaimana cara untuk tersenyum dan bagaimana cara untuk bahagia. Seringkali
bayangmu hadir dalam setiap lamunanku. Senyummu yang selalu bisa membuat hatiku
tenang. Tatapan matamu yang selalu bisa menjadi alasanku tersenyum. Dan dadamu
yang selalu berhasil meredamkan tangisku.
Telah lama kita berpisah, tapi tak
ada sedikitpun niat untuk melupakanmu, juga kenangan kita. Aku tau kita
berpisah untuk saling mewujudkan mimpi masing-masing. Tapi ada kalanya aku
merindukanmu, merindukan sosok orang yang selalu berhasil membuatku kuat
menjalani kerasnya kehidupan. Ya, aku tau kamu tak punya waktu untukku, untuk
orang yang sudah tak punya status spesial lagi dihidupmu. Tapi aku masih
menunggumu disini.
Tak pernah sedikitpun aku bergeser
dari garisku, garis cinta kita. Aku masih berdiri tegak disini, menunggumu
pulang suatu saat nanti. Kembalilah kasih. Pintu hatiku selalu terbuka untukmu,
untuk orang yang selalu ku nanti dalam mimpi. Aku masih bertahan disini,
bersama kenangan dan luka yang kau buat. Percayalah aku tak pernah benar-benar
membencimu. Aku hanya kecewa sesaat pada keadaan. Dan sampai detik ini aku
masih menunggumu bersama cinta kita.
Aku yakin suatu saat kamu akan
kembali. Kembali bersamaku dan mulai mengukir kenangan bersama. Meneruskan
kisah lama yang sempat tertunda. Mulai mewujudkan semua mimpi yang pernah kita
buat bersama. Samapi akhirnya aku dan kamu bahagia dalam kita, dan tak ada lagi
yang bisa memisahkan kita.
Pergilah, kejarlah semua mimpimu.
Aku akan bersabar disini. Menunggu kau kembali membawa bahagia.
Aku
menunggumu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar