Kamis, 09 Mei 2013

Semenjak Kepergianmu



Kicauan burung yang begitu merdu mengawali pagi ini. Ku buka perlahan jendela kamarku, masih tetap sama seperti kemarin. Tak ada yang berubah, tanaman-tanaman itu masih tetap disana, tak begeser sedikit pun. Mulai ku hirup udara pagi yang dingin ini. Ya, pagi yang cerah. Matahari mulai naik memancarkan sinarnya, matahari sudah siap menjalankan tugasnya menghangatkan jutaan makhluk hidup di dunia. Begitupun aku, sudah siap untuk menjalani kerasnya kehidupan ini.

            Hari ini sama saja seperti hari-hari kemarin, tapi aku merasakan ada sesuatu yang beda, sesuatu yang perlahan mulai hilang dari hatiku. Ya, jelas hari ini memang berbeda dengan hari yang lain. Tak seperti biasanya. Dulu, setiap aku bangun dari tidurku, selalu ada sepucuk pesan singkat darinya yang hanya sekedar mengucapkan selamat pagi. Dan itu yang membuatku semangat menjalani kerasnya kehidupan ini.

            Ada yang hilang akhir-akhir ini. Sesuatu yang selalu aku rasakan saat bersamamu. Ya, perhatian. Dulu, kamu yang selalu mengingatkanku makan, tapi sekarang tak ada satu orang pun yang peduli. Dulu, kamu yang selalu mengingatkanku belajar, tapi sekarang tak ada yang membuatku semangat untuk sekedar membuka buku. Entahlah, aku merasakan ada sesuatu yang hilang dari hidupku.

            Semenjak kepergianmu, aku tak lagi merasakan indahnya pagi yang cerah. Semenjak kepergianmu aku tak lagi ingat apakah aku sudah makan atau belum. Semenjak kepergianmu tak ada lagi penyemangat untuk belajar, bahkan untuk sekedar membuka buku. Iya, ada sebagian kehidupanku yang terambil olehmu, sebagian hatiku masih tersimpan dihatimu, begitupun dengan kenangan kita, dulu.

            Hari berganti hari, tapi hati ini masih tetap sama, hampa dan kosong. Semenjak kepergianmu aku tak tau lagi bagaimana cara untuk tersenyum dan bagaimana cara untuk bahagia. Seringkali bayangmu hadir dalam setiap lamunanku. Senyummu yang selalu bisa membuat hatiku tenang. Tatapan matamu yang selalu bisa menjadi alasanku tersenyum. Dan dadamu yang selalu berhasil meredamkan tangisku.

            Telah lama kita berpisah, tapi tak ada sedikitpun niat untuk melupakanmu, juga kenangan kita. Aku tau kita berpisah untuk saling mewujudkan mimpi masing-masing. Tapi ada kalanya aku merindukanmu, merindukan sosok orang yang selalu berhasil membuatku kuat menjalani kerasnya kehidupan. Ya, aku tau kamu tak punya waktu untukku, untuk orang yang sudah tak punya status spesial lagi dihidupmu. Tapi aku masih menunggumu disini.

            Tak pernah sedikitpun aku bergeser dari garisku, garis cinta kita. Aku masih berdiri tegak disini, menunggumu pulang suatu saat nanti. Kembalilah kasih. Pintu hatiku selalu terbuka untukmu, untuk orang yang selalu ku nanti dalam mimpi. Aku masih bertahan disini, bersama kenangan dan luka yang kau buat. Percayalah aku tak pernah benar-benar membencimu. Aku hanya kecewa sesaat pada keadaan. Dan sampai detik ini aku masih menunggumu bersama cinta kita.

            Aku yakin suatu saat kamu akan kembali. Kembali bersamaku dan mulai mengukir kenangan bersama. Meneruskan kisah lama yang sempat tertunda. Mulai mewujudkan semua mimpi yang pernah kita buat bersama. Samapi akhirnya aku dan kamu bahagia dalam kita, dan tak ada lagi yang bisa memisahkan kita.

            Pergilah, kejarlah semua mimpimu. Aku akan bersabar disini. Menunggu kau kembali membawa bahagia.

Aku menunggumu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar