Kamis, 09 Mei 2013

Kenangan Dan Masalalu



Jalan ini begitu berbeda, padahal tak ada yang berubah. Jalan ini begitu asing karna hanya aku sendiri yang berjalan disini. Dulu, ada kamu yang selalu menemaniku berjalan di jalan ini. Apakah kamu masih ingat tampan? Setiap kali aku berjalan disini, tanganmu pasti selalu menggengam tanganku. Kamu tak pernah benar-benar membiarkanku jalan tanpa kamu. Selalu ada kamu disampingku yang membuat aku merasa aman. Membuat aku merasa nyaman. Aku tau ini dulu, dan aku tau itu tidak akan pernah terulang.

            Aku sudah sampai di ujung jalan. Aku melihat sekeliling. Ah itu dia, danau yang dulu pernah menjadi saksi cintamu padaku. Apa kamu masih ingat saat kamu pertama kali berjanji padaku disana? Apa kamu masih menepati janji itu tuan tampan? Oh tentu saja tidak. Sekarang kamu sudah bahagia bersama seseorang yang menurutmu lebih mampu membuatmu bahagia. Dia melakukan apa yang aku lakukan padamu dulu, tapi entah apa yang membuatmu lebih memilih dia dibanding aku.

            Aku tidak ingin berlama-lama disini. Aku muak jika harus mengingat semua janji manis yang kau ucapkan dulu. Aku berjalan hingga aku sampai disebuah toko parfum. Aku mencoba untuk mecari parfum yang biasa aku pakai. Tapi entah mengapa aku tidak bisa menemukannya. Dari semua parfum yang aku coba, semua baunya sama seperti parfum yang selalu kamu pakai. Oh sudahlah, entah indra penciumanku yang rusak, atau memang aku terlalu merindukan bau itu. Bau yang selalu mebuatku nyaman saat aku bersandar dipundakmu.

            Sudahlah, aku tidak ingin terlalu lama terjebak dimasa lalu. Aku memutuskan untuk pulang dan beristirahat. Aku lelah jika semua yang ada dikota ini hanya tentangmu. Tentang kita, dulu. Entah harus bagaimana aku melupakan semua kenangan indah bersamamu. Aku tak mungkin sanggup melupakan semua kenangan yang sudah jelas tidak akan pernah aku ulangi. Kenangan yang hanya ada sekali seumur hidup.

            Mengapa kamar ini juga mengingatkanku padamu? Masih ingatkah kamu saat aku sakit? Kamu yang selalu menungguku disamping tempat tidur. Menyuapiku saat aku makan. Memberikan obat padaku. Dan bahkan kamu lebih mementingkan kesehatanku dibanding kesehatanmu sendiri. Kamu selalu membuatku kuat disaat orang lain menganggapku lemah. Kamu yang membuatku bertahan menjalani kerasnya hidup ini. Kamu adalah salah satu alasanku bahagia.

            Tapi itu dulu. Dulu, saat aku dan kamu masih menjadi kita. Saat kamu masih peduli dengan keadaanku. Tapi sekarang berbeda, kamu sudah bahagia bersama orang lain sedangkan aku masih menunggu keajaiban agar kamu kembali bersamaku. Aku tau aku bodoh. Menunggu seseorang yang sudah jelas tidak memperdulikanku. Seseorang yang membiarkanku terjebak dimasa lalu bersama kenangan indah di dalamnya.

            Aku tau ini berat. Melupakan orang yang sempat hadir di dalam hidupku. Aku tak sanggup jika harus melupakan semua tentang kita. Aku terlalu mencintaimu hingga aku tak sanggup membuka hati untuk orang lain. Aku ingin sepertimu yang dengan mudahnya bisa melupakan kenangan indah bersamaku. Aku lelah jika harus terus hidup dimasa lalu. Aku ingin merasakan bahagia walau tanpamu.

            Sedikit demi sedikit aku akan mencoba. Sesulit apapun itu aku tau aku bisa. Biarlah itu tetap menjadi masa lalu. Aku yakin masa depanku lebih indah dari itu. Aku percaya, semua akan indah pada waktunya. Jika waktunya sudah tepat, aku pasti bahagia. I believe it..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar