Jalan ini begitu berbeda, padahal tak ada yang
berubah. Jalan ini begitu asing karna hanya aku sendiri yang berjalan disini.
Dulu, ada kamu yang selalu menemaniku berjalan di jalan ini. Apakah kamu masih
ingat tampan? Setiap kali aku berjalan disini, tanganmu pasti selalu menggengam
tanganku. Kamu tak pernah benar-benar membiarkanku jalan tanpa kamu. Selalu ada
kamu disampingku yang membuat aku merasa aman. Membuat aku merasa nyaman. Aku
tau ini dulu, dan aku tau itu tidak akan pernah terulang.
Aku
sudah sampai di ujung jalan. Aku melihat sekeliling. Ah itu dia, danau yang
dulu pernah menjadi saksi cintamu padaku. Apa kamu masih ingat saat kamu
pertama kali berjanji padaku disana? Apa kamu masih menepati janji itu tuan
tampan? Oh tentu saja tidak. Sekarang kamu sudah bahagia bersama seseorang yang
menurutmu lebih mampu membuatmu bahagia. Dia melakukan apa yang aku lakukan
padamu dulu, tapi entah apa yang membuatmu lebih memilih dia dibanding aku.
Aku
tidak ingin berlama-lama disini. Aku muak jika harus mengingat semua janji
manis yang kau ucapkan dulu. Aku berjalan hingga aku sampai disebuah toko
parfum. Aku mencoba untuk mecari parfum yang biasa aku pakai. Tapi entah
mengapa aku tidak bisa menemukannya. Dari semua parfum yang aku coba, semua
baunya sama seperti parfum yang selalu kamu pakai. Oh sudahlah, entah indra
penciumanku yang rusak, atau memang aku terlalu merindukan bau itu. Bau yang
selalu mebuatku nyaman saat aku bersandar dipundakmu.
Sudahlah,
aku tidak ingin terlalu lama terjebak dimasa lalu. Aku memutuskan untuk pulang
dan beristirahat. Aku lelah jika semua yang ada dikota ini hanya tentangmu.
Tentang kita, dulu. Entah harus bagaimana aku melupakan semua kenangan indah
bersamamu. Aku tak mungkin sanggup melupakan semua kenangan yang sudah jelas
tidak akan pernah aku ulangi. Kenangan yang hanya ada sekali seumur hidup.
Mengapa
kamar ini juga mengingatkanku padamu? Masih ingatkah kamu saat aku sakit? Kamu
yang selalu menungguku disamping tempat tidur. Menyuapiku saat aku makan.
Memberikan obat padaku. Dan bahkan kamu lebih mementingkan kesehatanku
dibanding kesehatanmu sendiri. Kamu selalu membuatku kuat disaat orang lain
menganggapku lemah. Kamu yang membuatku bertahan menjalani kerasnya hidup ini.
Kamu adalah salah satu alasanku bahagia.
Tapi
itu dulu. Dulu, saat aku dan kamu masih menjadi kita. Saat kamu masih peduli
dengan keadaanku. Tapi sekarang berbeda, kamu sudah bahagia bersama orang lain
sedangkan aku masih menunggu keajaiban agar kamu kembali bersamaku. Aku tau aku
bodoh. Menunggu seseorang yang sudah jelas tidak memperdulikanku. Seseorang
yang membiarkanku terjebak dimasa lalu bersama kenangan indah di dalamnya.
Aku
tau ini berat. Melupakan orang yang sempat hadir di dalam hidupku. Aku tak
sanggup jika harus melupakan semua tentang kita. Aku terlalu mencintaimu hingga
aku tak sanggup membuka hati untuk orang lain. Aku ingin sepertimu yang dengan
mudahnya bisa melupakan kenangan indah bersamaku. Aku lelah jika harus terus
hidup dimasa lalu. Aku ingin merasakan bahagia walau tanpamu.
Sedikit
demi sedikit aku akan mencoba. Sesulit apapun itu aku tau aku bisa. Biarlah itu
tetap menjadi masa lalu. Aku yakin masa depanku lebih indah dari itu. Aku
percaya, semua akan indah pada waktunya. Jika waktunya sudah tepat, aku pasti
bahagia. I believe it..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar